Duka Patah Hati

By Riki Rachman Permana - Wednesday, March 27, 2019



Kamu pernah merasa patah hati? Seperti apa kamu menggambarkan rasanya? Apa patah hati selalu identik dengan putus cinta?

Rasanya sesak, sesak sekali dada ini. Itu gambaran rasa patah hati yang saya rasakan. Rasa sesak di dada kemudian mempengaruhi tubuh saya sehingga tidak nafsu makan, mendadak kenyang.

Kadang tidur menjadi solusi bagi saya, tidur adalah keadaan ketika saya bisa melupakan berbagai masalah termasuk urusan patah hati. Meskipun waktu terus berjalan selama tidur, tapi pikiran ini bisa lepas dari memikirkannya dan dada ini bisa lebih lega dari rasa sesak yang ditimbulkan oleh patah hati.

Berapa lama kamu melewatkan patah hati hingga benar-benar pulih?

Itu pertanyaan yang sering saya pikirkan saat sedang merasa patah hati. Bagaimana orang melewati masa berduka karena patah hati? Apakah mereka terus menyibukan diri dengan pekerjaannya? Berkumpul bersama keluarga atau sahabat? Menghabiskan waktu dengan makan? Meliburkan diri? Bagaimana kalian melewatinya?

Tidak ada rumus baku untuk melewati masa berduka karena patah hati. Dulu saya percaya kalau waktulah yang akan menyembuhkan patah hati, time will heal. Tapi akhirnya saya mengerti bahwa diri kita sendirilah yang harus berupaya keras menyembuhkan diri dari patah hati. Kita tahu kapan saatnya berhenti berduka dan bangkit kembali. Sempat terpikir untuk berbagi duka pada teman, mungkin akan melegakan hati, tapi urung saya lakukan karena tidak ingin membebani mereka dengan masalah saya. Saat ini, menuliskan apa yang saya rasakan mungkin menjadi terapi untuk melegakan pikiran, setidaknya itu yang saya coba.

Tidak mudah memang, tidak pernah mudah. Begitu dahsyatnya dampak yang ditinggalkan dari patah hati pada diri kita membuat kita kadang bertindak mengesampingkan logika. Jangan biarkan hidup dan diri kita semakin terpuruk karena patah hati, jangan!

Dari patah hati saya bisa belajar bahwa patah hati itu rasanya memang pahit, menyesakkan, tapi ibarat obat yang pahit, mungkin Tuhan ingin kita sembuh dengan merasakan pahitnya obat itu, menjadi manusia yang lebih kuat dan yang terpenting jadi pribadi yang menghargai perasaan orang lain.

Karena kamu tahu betapa sakitnya patah hati dan begitu besar dampaknya pada hidup seseorang, maka jangan pernah mempermainkan hati seseorang, membohongi orang yang kamu sayang, menyembunyikan rahasia dari mereka yang setiap malam menyelipkan namamu dalam doanya. Semoga kamu segera bangkit, untuk dirimu sendiri, untuk hidupmu yang begitu berharga setiap menitnya.




  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

Halo, gimana pendapatmu setelah membaca tulisan di atas?