Mampir ke kampung halaman Bu
Menteri Susi Pudjiastuti jadi pengalaman pertama saya. Pangandaran memang sudah
tersohor jauh sebelum putri daerahnya didaulat jadi Menteri Kelautan &
Perikanan di kabinet kerja Pak Jokowi. Alamnya yang magis juga menginspirasi
penyanyi Doel Sumbang untuk menciptakan lagu berjudul “Pangandaran” dengan
cuplikan liriknya yang terkenal “sisi laut pangandaran”. Perlu saya nyanyi gak?
Gak usah ya, nanti malah terjadi sesuatu yang diinginkan hehe.
| Foto dulu sebelum bertempur! |
Kesempatan berwisata ke
Pangandaran terwujud berkat restu Tuhan YME dan @KelanaID – sebuah travel
organizer yang membantu merencanakan petualangan seru ke Pangandaran. Perjalanan
menuju Pangandaran kami tempuh sekitar 12 jam dengan menggunakan jalur darat
dimulai dari pukul 20.00 mengambil garis start di RS Taman Puring Jakarta
Selatan (karena mayoritas peserta trip adalah Ibu & Bapak yang bekerja di
RS ini) hingga sampai di Pangandaran sekitar pukul 08.00.
Diantara beberapa pilihan wisata
yang disuguhkan oleh Pangandaran, pilihan kami memang jatuh ke Green Canyon.
Salah satu obyek wisata andalan Pangandaran ini menyuguhkan pengalaman
adventure berupa body rafting yang tentunya sanggup memompa adrenaline bagi wisatawan.
Green Canyon
Mendengar nama Green Canyon,
sebagian dari kita pasti akan membayangkan Grand Canyon di Arizona Amerika
Serikat. Penamaan Green Canyon memang terinspirasi dari bentang alam dan ngarai
yang katanya mirip dengan obyek wisata “Cukang Taneuh” di Pangandaran. Nama
Green Canyon dipopulerkan oleh seorang turis asal Prancis pada tahun 1993 Nama
asli dari Green Canyon ini berasal dari bahasa Sunda yang berarti jembatan dari
tanah karena di atas ngarai Green Canyon terbentuk seperti jembatan dari
tanah/batuan yang digunakan oleh warga menuju ke perkebunan mereka.
Obyek wisata Green Canyon
sebenarnya merupakan aliran dari sungai Cijulang yang mengalir melewati goa, diapit
oleh dua bukit, dipenuhi oleh stalaktit dan stalakmit sehingga menciptakan
sebuah kombinasi alam yang cantik tapi penuh tantangan. Aliran sungai Cijulang
berujung ke laut lepas pantai Pangandaran.
Selama menyusuri obyek wisata
Green Canyon, kami dipandu oleh lima orang tour guide Akang-akang anu bageur
(yang baik hati). Karena mostly peserta trip adalah Ibu-Ibu maka di beberapa
spot yang cukup menantang saya harus membantu atau minimal menyemangati para
Ibu-Ibu ini supaya berani dan semangat! Petualangan menyusuri Green Canyon kami
tempuh selama 4 jam dari hulu sungai Cijulang menuju titik akhir dari obyek
wisata ini. Bagi kamu yang hanya ingin menikmati Green Canyon sebentar saja,
saya sarankan untuk mengambil paket wisata half body rafing yang dapat
dinikmati di hilir/ujung sungai Cijulang (garis finish kami) dengan biaya yang
tentunya lebih terjangkau.
| Santai sejenak menikmati mie instan |
| Airnya seger banget! |
| Ketawa, foto-foto, ketawa lagi, terus foto lagi. Itu perlunya liburan kan? :) |
- Banyak travel agent yang menawarkan paket berwisata murah meriah ke Pangandaran & Green Canyon. Pastikan kalau paket tersebut sesuai kebutuhan kamu. Apakah kamu ingin menyusuri Green Canyon dari hulu ke hilir atau hanya sekedar melihat Green Canyon dan bermain air di sana? Ada dua paket yang perlu kamu ketahui yaitu paket full body rafting (paket yang saya pilih dengan waktu tempuh 4 jam perjalanan menyusuri sungai Cijulang – Green Canyon) atau paket half body rafting (start di ujung Green Canyon dan hanya perlu maksimal 2 jam untuk menikmati Green Canyon).
- Minum obat masuk angin atau vitamin sebelum mulai menyusuri Green Canyon. Paket wisata full body rafting memang seru, tapi beberapa wisatawan mungkin tidak terbiasa berada di dalam air selama empat jam serta tracking yang menguras tenaga, tidak jarang setelah selesai berwisata, beberapa wisatawan malah masuk angin dan meriang. Untuk itu persiapkan fisik dengan baik guna mengantisipasi perubahan yang "tidak lazim" diterima oleh tubuh kita agar tidak kaget.
- Gunakan pakaian yang tertutup. Meskipun sudah dilengkapi dengan pelampung dan peralatan keselamatan lainnya, namun sebaiknya menggunakan baju lengan panjang serta legging bisa dipertimbangkan agar tangan dan kaki tidak tergores bebatuan selama melakukan body rafting di Green Canyon. Saya sendiri beberapa kali terpentok batu dan mengalami goresan ringan di bagian kaki. Selain melindungi badan dari benturan batu, pakaian tertutup pun membuat badan "relatif" hangat karena air serta udara di sana sedikit lebih sejuk dan cenderung dingin.
- Jika ingin membawa serta kamera atau handphone sebaiknya gunakan housing waterproof yang banyak tersedia di pasaran. Jika ragu titipkan benda elektronik maupun perhiasan kita kepada tour guide yang juga membawa tas waterproof sehingga aman dan tidak khawatir terjatuh di sungai. Pengalaman saya menjumpai pasangan yang cincin nikahnya jatuh di sungai, kami sempat berhenti 30 menit untuk mencarinya karena sang suami kekeuh harus dapat kalau nggak sang istri pasti akan marah hehe.
Selamat berkelana! Informasi
paket wisata ke Pangandaran bisa menghubungi @KelanaID dengan PIC-nya Mba Sopie
di nomor 0812-8093-2852.
Dokumentasi selama perjalanan disediakan oleh tim KelanaID, seluruh foto di catatan perjalanan ini hasil jepretan mereka :)




