Ki
lo lagi dimana sih? Dari kemaren kok fotonya liburan mulu?
Ntar
kalo gw pasang foto pake baju serba item di Madinah takut jadi bahan olok-olok
ala Syahrini, haha!
Ada
aja beberapa komentar setelah saya memajang foto badan pantai yang indah
di social media. Memanfaatkan momen libur lebaran, saya memutuskan untuk pergi
kembali ke Pulau Harapan di Kepulauan Seribu – Jakarta. Sebelumnya saya pernah
berkunjung ke pulau ini namun cuaca saat itu sangat tidak bersahabat. Terpaksa
saya menikmati pantai dengan kedinginan, aneh kan? Biasanya kalau ke pantai
pasti kita panas-panasan. Nah waktu itu saya ke pantai malah menggigil,
yaiyalah orang hujan badai, ombak membahana kita tetep nekad ke pantai demi pamer foto liburan haha!
| Pulau kecil tak berpenghuni di sekitar Pulau Harapan. Lupa nanya nama pulaunya hehe... |
Pulau
Harapan letaknya cukup jauh dari Jakarta, kira-kira 1.000 tahun cahaya *lebay*
hehe sekitar 3 jam dari pelabuhan Muara Angke – Jakarta Utara. Buat sampai di
Pulau Harapan, kamu bisa menggunakan kapal sayur seharga Rp 40.000 sekali
jalan. Nah berhubung itu kapal buanyak banget parkir di Muara Angke, jangan
ragu buat bertanya mana kapal arah Pulau Harapan karena gak semua kapal akan
mampir di pulau ini, maklum jaraknya cukup jauh. Nih ada tips kalau nemu
kejadian kayak gini:
Bang,
kapal ke Pulau Harapan mana ya?
Wah
udah abis Mas, udah gak kebagian tempat lagi, ke pulau lain aja.
*Kenali
tanda-tanda penipu bermoduskan jawaban layaknya seorang salesman*
Coba
tanya jangan Cuma ke satu orang aja. Baiknya tanya ke beberapa orang supaya
kamu yakin kalau gak salah naik kapal.
Sebaiknya
sampai di dermaga Muara Angke sekitar jam 6 pagi. Gak kepagian tuh? Yaelah broh
kalo lo tau keadaan Muara Angke, lo bakal sungkem sama gw karena udah kasih
tips ini. Jadi meskipun kapal baru akan berangkat jam 8 pagi, tapi para
travelers datang jam 6 buat booking tempat duduk duluan. Sistemnya siapa cepet
dia dapat. Gak ada nomer kursi ataupun cek KTP segala, masih ala bar-bar. Kalo
masih muat buat duduk ya masuk meskipun yang naek kapal sampe 100 orangan lebih
kayak kapal Nabi Nuh haha!
| Dermaga Pulau Harapan |
Kalau
kapal on time jalannya, gak pake delay ala-ala, jam 8 teng biasanya udah jalan.
Kapal yang menuju Pulau Harapan biasanya akan singgah dulu di Pulau Pramuka.
Nah dari Pulau Pramuka, perjalanan masih berkisar sekitar 45 menit lagi. Gak
jarang banyak penumpang yang mabok janda laut. Tapi sebanding kok dengan
pemandangan yang bakalan kita dapetin. Pokoknya dari sekarang kamu menghayal
aja yang asik-asik, tapi jangan menghayal tentang saya ya, bisa-bisa mandi
junub! Haha...
Sesampainya
di Pulau Harapan, kita bisa langsung istirahat atau jajan dulu di sekitar
dermaga. FYI nih, beberapa itenary harga yang you olang have to know adalah:
- Harga Indomie goreng plus telor Rp 10.000
- Harga Aqua 150ml Rp 4.000
- Harga nasi goreng plus telor Rp 15.000
- Harga pop mie Rp 8.000 (plus diseduhin air cucian haha air panas maksudnya)
- Harga pop ice blender Rp 3.000/cup
Berhubung
dalam perjalanan selebrity on vacation kali ini saya nggak pake jasa travel
organizer, maka semua-muanya harus serba mandiri, termasuk cari penginapan dan
ojeg kapal. Telusur punya telusur, harga rata-rata penginapan 1 rumah (2 kamar
tidur ber-AC, 1 kamar mandi kapasitas 10 orang) adalah berkisar Rp 400.000 –
550.000 *harga naik mulai hari Senin! Ala iklan properti di Metro TV.
| Airnya parah bening banget! |
Sedangkan
biaya jasa sewa kapal ojeg untuk menikmati pulau-pulau kecil di sekitar pulau
Harapan dikenakan biaya berkisar Rp 300.000 per hari. Kapal ojeg ini akan
mengantarkan kamu berkeliling sembari mencari spot snorkeling di sekitar pulau.
Mahal ya? Awalnya saya juga mikir gitu, tapi coba lihat lagi kondisi nelayan di
pulau Harapan. Nelayan disini kehidupannya sangat bergantung pada Solar. Ketika
solar menjadi langka, mereka terpaksa mencarinya di pulau lain dan pastinya
biaya per liternya juga cukup tinggi bagi mereka. Jadi jangan lihat dari sisi
ekonomisnya. Dari uang sewa kapal Rp 300.000 yang mereka dapatkan per harinya,
paling penghasilan bersih hanya Rp 100.000 – 150.000 saja. Sisanya lari buat
beli solar. Udah ya jangan pada nangis sesegukan denger cerita dari saya, ini
bukan acara jalinan kasih hehe...
| A piece of heaven that fell into the earth |
| Salah satu sudut di Pulau Dolpin |
| Semua orang pasti pengen foto dengan background gradasi laut yang cantik ini |
| Pantai Pulau Dolpin yang ramai pengunjung |
| Albim - adik saya yang paling bontot, tingginya melebihi saya |
Hari
pertama liburan, saya habiskan ke pulau Dolpin & pulau Perak. Kedua pulau
ini merupakan pulau yang gak berpenduduk. Biasanya wisatawan yang berkunjung ke
pulau-pulau ini memilih untuk mendirikan tenda buat bermalam disana. Untungnya
sudah tersedia fasilitas air bersih, jadi kalau buat ke kamar mandi ya gak
susah amat lah. Dan gak kalah nge-hitz nya adalah di pulau tak berpenghuni ini
juga ada penjual pop mie, gorengan, es dan cemilan lainnya haha jadi gak ada
cerita mati kelaperan karena nekad camping di pulau Dolpin & pulau Perak. Kalau
memang kamu berminat buat camping di salah satu pulau ini, kamu bisa sewa ojeg
kapal dan minta dijemput keesokan harinya. Seluruh perlengkapan seperti tenda
dan kehormatan makanan bisa dibawa sendiri. Meskipun gak berpenghuni,
tapi tetep ada penunggunya. Apahhh? Lambaikan tangan ke kamera, aku nyerah gak
kuat tolongggg! *teriak histeris* hahaha...
Tetep
ada kuncen-nya yang jaga pulau ini jadi gak usah khawatir soal keamanan. Paling
kasih aja uang rokok sebagai bentuk permisi kalau kamu mau bermalam di pulau
ini.
| pasir putih....norak! |
| Sekedar duduk santai, ngobrol bareng temen, makanan mie instan, bahkan sampai nginap di sini pun bisa! |
| Pak Trisno - kapten kapal kami |
Saking
semangatnya buat jelajah pulau, saya sudah berdiri di rumah Pak Trisno jam
06.30 pagi dan istrinya bingung ada apa lelaki tampan berdiri di depan pintu
tanpa undangan diriku kau lupakannn lalalala.... *tenda biru mode ON* Ternyata
Pak Trisno masih tidur haha jadi gak enak, ampun Pakkkk!
Sebelum menutup petualangan di hari pertama ini, saya coba ambil beberapa foto sunset di dermaga Pulau Harapan.
| Anak-anak yang minta dilempar koin sebelum difoto. Kecil-kecil kamu sudah narsis plus matre dek! |
Penasaran
sama foto perjalanan dan pulau-pulau lainnya yang saya jelajahi? NGGAK TUH! Yah
CUT CUT! Script nya salah! Take sekali lagi oke?!
Nah
penasaran sama perjalanan aku kali ini? Masih pengen lama-lama buka blog ini
kannnn? Terus ikuti selebrity on vacation jalan-jalan ke Pulau Harapan edisi
selanjutnya ya!
*huuuuuuuuu...........penonton
kecewa lempar botol Aqua, sendal jepit, baskom, panci, rice cooker, dispenser,
TV plasma 21 inch kok berasa kayak hadiah lomba panjat pinang 17-an ya haha!
@PermanaRikie
Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi masih hidup. Menjadi cerita rakyat yang tertuang di dalam buku pelajaran anak sekolah juga buku cerita yang memenuhi tumpukan rak di toko buku.Rasa penasaran kemudian membawa saya untuk melihat lebih dekat asal mula legenda itu bermuara. Sebuah perjalanan singkat untuk melihat keindahan alam Indonesia yang tersembunyi dalam guratan kabut asap tebal di Kota kembang, Bandung.
Deretan Factory Outlet, Resto
serta Penginapan terus memadati Bandung. Sebagai salah satu basis kota kreatif
di Indonesia, Bandung lebih dikenal dengan wisata belanja dan kuliner. Sudah
jadi pemandangan yang lumrah jika di akhir pekan kita kerap menjumpai mobil-mobil
ber-plat nomor Jakarta mengular di daerah Setiabudi, Dago ataupun Lembang.
Tangkuban Perahu adalah salah
satu destinasi wisata alam yang ditawarkan oleh bumi Parahyangan. Tak jauh dari
Lembang, untuk mencapainya kita bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun
kendaraan umum. Kali ini saya ingin mencicipi keramah-tamahan urang Sunda untuk
itu sengaja saya memilih menggunakan kendaraan umum.
Melihat Lebih Dekat Penyu Sisik #PramukaTrip2
By Riki Rachman Permana - Saturday, December 07, 2013
| Pagi yang mendung di dermaga Pulau Pramuka |
Mendung dan gerimis menyambut
pagi kami di Pulau Pramuka. Awalnya kami semua berniat melihat sunrise, namun
apa boleh dikata, awan mendung malah jadi alasan kami semua tidur sampai siang.
Agenda hari ini adalah berkeliling pulau sekaligus melihat penangkaran Penyu
Sisik.
Pernah terbayangkan sebelumnya
pergi ke sebuah penangkaran hewan? Buat saya ini jadi pengalaman pertama
berkunjung ke pusat konservasi penyu sisik. Letaknya tidak begitu jauh dari
pondok tempat kami menginap. Sekitar jam 9 kami diantar oleh Budi berjalan kaki
menuju pusat penangkaran.
Pusat penangkaran yang tidak
begitu luas ini ternyata sudah ada sejak 30 tahun lalu, gile saya aja belom
lahir! Penyu Sisik merupakan salah satu jenis penyu yang terancam punah karena
jumlahnya yang makin menyusut di alam liar. Bentuk batok-nya yang unik
menjadikan penyu ini kerap diburu untuk dijadikan pernak-pernik dan perhiasan. Selain
batoknya yang bernilai, manusia pun kerap memburu telur penyu untuk dikonsumsi,
duh dasar manusia!
Liburan Murah Meriah? Kenapa Enggak! #PramukaTrip1
By Riki Rachman Permana - Monday, December 02, 2013
Suka ngiri nggak kalo liat temen update status di social
media pas yang lagi pamer liburan? Entah itu ke pantai, danau, sungai, laut
atau keliling ke belahan bumi lainnya. Kalau jawabannya “Iya gue iri” maka kita
senasib. Pengen liburan juga, tapi yang murah meriah, yang deket-deket aja dulu
(soalnya yang jauh sering nggak kesampean), yang bisa dijabanin pas weekend,
yang bisa bareng-bareng sama temen-temen, yang ini yang itu...banyak maunya ya!
hehe
Tapi tenang, semua kemauan itu bisa terwujud dan itu saya
buktikan lewat perjalanan bareng 7 serangkai temen-temen “mendadak backpacker”
ke Pulau Pramuka, salah satu gugusan pulau di Kepulauan Seribu – Jakarta. Emang
ada pulau yang masih bagus di Jakarta? Nah ini dia yang belum banyak orang tau
kalau Jakarta itu bukan melulu soal macet atau banjir. Jakarta punya banyak
spot yang sangat recomended untuk dikunjungi, salah satunya adalah Kepulauan
Seribu.
Sekembalinya saya dari pulau ini, banyak banget temen-temen
yang nanya:
- Itu lautnya bagus banget, dimana?
- Berapa biayanya buat liburan kesana?
- Asik nggak?
- Pake travel atau nekad?
Nah karena banyak yang penasaran dan biar nggak ngulang
penjelasannya, saya coba nulis pengalaman ini meskipun agak telat semoga
bermanfaat.
Kenapa berlibur ke Pulau Pramuka?
Alasannya simpel bingitt, soalnya saya pribadi udah pernah
ke Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung dan Pulau Pari *sengak* masing-masing punya
keunikannya tersendiri. Nah sekarang saatnya menjelajah pulau Pramuka yang
letaknya lebih jauh dari Pulau Tidung, jadi anggapan saya waktu itu pulau ini
pasti punya laut yang bening, logikanya makin ke utara makin bersih airnya
karena makin jauh dari daratan.
Liburan ke Pulau Pramuka kali ini sebenarnya udah
direncanakan dari bulan Oktober, tapi karena satu alasan dan lainnya (lagi-lagi
kebanyakan alasan) baru bisa kesampean tanggal 2-3 November itupun kalau nggak
dipaksain nggak bakal kelaksana. Nah untuk liburan ke Pulau Pramuka kami
menggunakan jasa travel agent @JalurIndonesia kebetulan saya rajin buka website
www.triptrus.com – ini website recomended
banget loh buat cari paket wisata murah meriah, kadang saya suka buka website
ini kalau lagi nggak ada kerjaan di kantor, nah loh ketahuan ya buka apaan kalo
lagi magabut di kantor :D
Biaya yang harus dibayarkan untuk wisata 2 hari 1 malam di
Pulau Pramuka adalah sebesar Rp 350.000/10 orang. Berhubung kami cuma ber-7 (kok
jadi inget 7-icon ya, hehe lupakan) maka per orang kena Rp 370.000 murahhhh
lah... *sombong*. But to be honest, harga ini memang masih murah karena kalau
kamu trip ke Pulau Seribu cuma sedikitan entah itu berdua atau sendiri, maka
kamu bakal ngerasain banget mahalnya harga wisata ke Pulau Seribu, logikanya
makin banyak yang ikut beban biaya makin berkurang karena dibagi rata sama
anggota lainnya.
Nah sebelum kisah perjalanan spektakuler nan bombastis yang
jadi trending topik di twitter ini saya ceritakan, mari kita mengenal ke-7
personel mendadak backpaker ini:
- Riki, saya sendiri. Suka googling paket murah liburan di internet, follow twitter saya ya @PermanaRikie atau instagram saya dengan ID yang sama juga boleh :D
- Astri, teman kerja yang duduk di koordinat 11 deerajat lintang utara dan 17 derajat lintang selatan. Kebetulan waktu trip ini, perempuan yang akrab disapa “Mbak” Achie lagi dapet, tapi tak menyurutkan langkahnya untuk snorkeling.
- Dewi, teman kerja saya dan Mba Achie juga. Kerap disapa “Bolay” sama Mba Achie
- Jony, pekerja media merah yang inisialnya TV One, pacarnya Dewi Bolay
- Rosyid Jazuli, teman kuliah saya dulu di Paramadina. Saat ini Rosyid lagi jadi timses salah satu bakal calon Presiden 2014 yang inisialnya JK
- Fathur, temen kuliah saya juga. IT banget orangnya, biasanya kalo traveling dia suka bawa laptop, tapi kemaren kita paksa buat bawa gitar
- Wisnu, statusnya masih mahasiswa, sosok yang bisa dijadikan panutan oleh orang untuk berdiet ala OCD
Kelihatan seperti power ranger atau 7-icons? Haha...
The story begins...
Singkat kata kami ber-7 kumpul di pelabuhan Muara Angke lama
(ada dua pelabuhan di Muara Angke yaitu pelabuhan lama dan pelabuhan baru atau
dikenal dengan Kali Adem). Tepat pukul 07.30 kapal berangkat menuju Pulau
Pramuka, nggak pake mampir dulu di pulau-pulau lainnya. Beberapa diantara kami
duduk di bibir kapal sambil menikmati angin sepoi-sepoi, beberapa lainnya
memilih untuk tidur. Sepanjang perjalanan beberapa kali kapal diguncang ombak
tapi nggak gede-gede banget sih, cuma kadang bikin kaget aja. Untungnya cuaca
hari itu cerah, terang benderang seperti hati kami #halah soalnya hampir
semingguan Jakarta selalu mendung dan hujan, awalnya kita agak pesimis bakal
hujan juga tapi alhamdulillah kami berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar liburan
kali ini dilancarkan *Makasih Ya Allah* :D
Kami sampai di Pulau Pramuka sekitar pukul 10.00, masih pagi
dan cuaca sangat cerah. First impression ketika menginjakan kaki di P. Pramuka
adalah Pulau ini punya laut biru yang bening banget! Baru kali ini liat pulau
yang lautnya biru muda, hijau tosca kayak kalau kamu googling Pulau Pramuka di
internet, bener-bener syurgaaa! Pulau Tidung juga lautnya bening tapi sayang
mulai banyak sampah berserakan di pelabuhan.
Kami bertemu dengan Bang Dais yang menyambut kami di
dermaga. Bang Dais kemudian memperkenalkan kami pada Budi, seorang penduduk
lokal yang jadi tour guide kami selama liburan di Pulau Pramuka. Dais ini baru
SMA loh, dan dia di akhir pekan suka bekerja sebagai tour guide buat
mempersiapkan diri kalau-kalau katanya dia nggak lanjut kuliah, jadi sudah
terbiasa dengan ritme dunia kerja.
Segera kami bergegas menuju penginapan yang menurut saya sih
bagus banget, bersih dan langsung menghadap ke laut, ajiipppp! Dan seperti
turis pada umumnya, kami disambut dengan welcoming drink kelapa muda langsung
dari batoknya hehe, seger!
Sementara teman-teman istirahat sejenak dan ngobrol-ngobrol
rasanya saya sudah gatel untuk keliling pulau ini. Akhirnya jalan-jalan
sebentar untuk ngambil gambar dan tentunya update social media haha...! Mba
Achie dan Dewi akhirnya ikut jalan-jalan liat-liat Pulau Pramuka. Lautnya
bening bangetttttt, nggak pake boong, asli! Liat sendiri gradasi warnanya.
Setelah makan siang, sekitar jam 1 siang kami diantar Budi
untuk hoping island atau keliling pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Pramuka,
sekaligus acara utamanya yang udah ditunggu-tunggu yaitu snorkeling! Ada dua
spot yang kami datangi yaitu Pulau Air dan Pulau Semak Daun. Kami nggak singgah
di daratan Pulau Air karena ternyata pulau itu kini sudah dimiliki. Emang bisa
pulau dijual belikan? Iya berdasarkan keterangan dari Budi pulau itu kini sudah
dimiliki, perizinannya sudah diurus ke Pemkot DKI Jakarta, jadilah statusnya
private island. Karena pulau itu sudah jadi hak milik seseorang, maka nggak
sembarangan turis bisa melabuhkan kapalnya di Pulau Air, kami harus rela
melihat pemandangannya dari kapal saja. Lautnya bener-bener biru dan jernih,
subhanallah bangga nggak sih jadi orang Indonesia?
Kami pun tiba di spot snorkeling pertama, nggak sabar pengen
berenang *kayak bisa aja renang* disini nih baru berasa rugi jadi orang
Indonesia tapi nggak bisa renang, Indonesia punya banyak laut bening kaya akan terumbu
karang tapi kalo nggak bisa renang rasanya gimana gitu, bagai sayur tanpa MSG
#halah
Setelah selesai snorkeling, kami singgah di Pulau Semak
Daun. Kalau kamu googling pulau ini, pasti kamu bakal lihat banyak pemandangan
bagus, dan ini saya buktikan ketika sampai di Pulau Semak Daun. Pemandangannya
bener-bener ajippppp! Lautnya biru bening dan pasir pantainya bersih banget! Jadi
pengen shooting iklan Ponari Sweat sambil lari-lari di pantai ala adek-adek ABG
:D
Setelah puas berfoto-foto dan makan pop mie kami pun lanjut
ke penangkaran Ikan Hiu di Nusa Keramba. Terbukti bahwa perlindungan terhadap
Ikan Hiu justu membawa value yang lebih besar bagi pariwisata dibandingkan jika
ikan ini diambil siripnya untuk dijadikan semangkuk sup. Sekedar info bahwa
saat ini beberapa aktifis menyuarakan gerakan sosial melalui social media untuk
mengampanyekan perlindungan terhadap Ikan Hiu. Sebagai konsumen tertinggi dalam
rantai makanan di laut, Ikan Hiu punya peran dalam menyeimbangkan ekosistem
bawah laut.
Nggak ketinggalan kami pun kembali berfoto ria. Sembari menikmati sunset, kami sibuk memegang gadget untuk mengabadikan golden moment ini. Sekembalinya dari Penangkaran Hiu di Nusa Keramba, kami berlabuh di dermaga Pulau Pramuka. Menikmati sunset yang magis! Believe it or not, this was the perfect holiday for us. Budgetnya murah, lokasinya deket dari Jakarta dan pengalamannya ajippppp!
Nggak ketinggalan kami pun kembali berfoto ria. Sembari menikmati sunset, kami sibuk memegang gadget untuk mengabadikan golden moment ini. Sekembalinya dari Penangkaran Hiu di Nusa Keramba, kami berlabuh di dermaga Pulau Pramuka. Menikmati sunset yang magis! Believe it or not, this was the perfect holiday for us. Budgetnya murah, lokasinya deket dari Jakarta dan pengalamannya ajippppp!
Untuk menikmati perjalanan 2 hari 1 malam ke Pulau Pramuka
via @JalurIndonesia CP @kris_andrias, biaya yang dikeluarkan adalah sebesar Rp
350.000/10 orang dengan fasilitas:
- Tiket pulang pergi kapal Muara Angke – Pramuka, Pramuka – Muara Angke
- Penginapan, 1 rumah ber-AC
- Makan siang, malam, BBQ, sarapan pagi
- Sewa Kapal untuk hoping island ke Pulau Semak Daun dan Nusa Keramba
- Sewa peralatan snorkeling
- Foto underwater
- Penampungan penyu sisik (nanti akan saya ceritakan di posting selanjutnya ya)
Ini baru satu dari puluh ribuan pulau Indonesia lainnya yang
belum dijelajahi oleh kita, orang Indonesianya sendiri. Coba lihat potensi yang
kita punya, kalau pariwisata dikelola secara sungguh-sungguh, bukan nggak
mungkin roda ekonomi terus bergulir menyejahterakan warganya. Hari itu kami
semua serasa diingatkan kembali tentang kebanggaan menjadi orang Indonesia.
Beberapa tips yang mungkin berguna bagi kamu yang ingin
berwisata ke Pulau Pramuka:
- Perhatikan cuaca, ada baiknya bertanya kepada penduduk lokal tentang kondisi cuaca sebelum kamu kesana. Apakah sering hujan atau justru cerah? Memang paling ideal berwisata ke Pantai dilakukan di musim kemarau sekitar Februari sampai Juni, tapi sekarang musim udah nggak bisa diprediksi lagi.
- Kalau kamu berniat ke Pulau Pramuka dengan tidak menggunakan jasa travel agent sebenarnya sah-sah saja, tapi perlu diperhatikan bahwa weekend adalah peak season bagi turis untuk berkunjung ke Pulau ini, khawatirnya kamu nggak dapat penginapan disana karena biasanya travel agent lebih didahulukan untuk mem-book penginapan dibandingkan dengan pengunjung yang datang sendiri.
- Banyak banget serangga di Pulau Pramuka, bawa mosquito repelent atau obat nyamuk bisa jadi opsi alternatif supaya kamu tetap nyaman di malam hari. Kalau di deket homestay kami justru banyak banget belalang! Entah dari mana datangnya, sungguh magis
- Datang lebih awal ke Muara Angke punya nilai plus tersendiri yaitu kamu bisa pilih tempat duduk di kapan sesuai keinginan, karena makin siang makin banyak penumpang, jadi kamu lebih leluasa memilih tempat duduk yang juga bisa dipakai selonjoran atau tiduran kalau udah mati gaya! Khusus buat memilih tempat duduk, saya punya tips tersendiri nih, pilih tempat duduk di dek bawah. Mungkin kamu merasa kalau duduk di dek atas akan lebih seru, tapi faktanya kalau cuaca sedang panas, maka siap-siap untuk sauna di dalam kapal. Setidaknya itu yang terjadi dengan saya dan teman-teman. Kami memilih duduk di dek atas, awalnya seru, lama-lama kok gerah ya dan akhirnya saya buka.....jaket, temen-temen juga mulai kipas-kipas kegerahan, sementara di dek bawah, justru lebih sepi dan adem.
Selamat berwisata, jangan lupa share pengalaman kamu di
social media supaya makin banyak penduduk Indonesia insyaf dan bersyukur kalau kita
punya alam yang ajippp! *berasa lagi kampanye*
Selamat hari raya Idul Fitri, semoga kita semua kembali menjadi manusia baru yang penuh semangat.
Sore 25 Agustus 2013 sebuah ide tercetus untuk berkumpul bersama teman-teman kuliah. Sebenarnya kami lumayan sering ketemu, tapi kurang afdol jika kita belum berkumpul pasca Lebaran, sekaligus mencicipi kue masing-masing kampung halaman.
Lokasi tempat kita bertemu memang tidak lazim. Biasanya kita ketemuan di warteg, tapi itu dulu waktu jaman kuliah. Agak naik kelas sedikit, kita ketemu di mall, meskipun cuma makan di food court, dan mengingat isu global warming belakangan ini, maka kami memutuskan untuk berkumpul di Taman Menteng.
Piknik! Setiap orang, diharapkan membawa makanan untuk kita sikat sambil ngobrol di atas rerumputan. Nyatanya cuma saya dan Sendi yang membawa makanan, sisanya? Ya menikmati makanan yang kami bawa, ternyata prinsip anak Kost selalu dijunjung tinggi dimanapun kami berpijak, selama ada yang gratis kenapa harus bayar? hehe... Buat saya pertemuan sore ini itung-itung sodakoh untuk para musafir yang sedang berjuang di tanah rantau.








