Serba-Serbi Perpanjang Paspor. Berani Urus Sendiri?
By Riki Rachman Permana - Monday, April 04, 2016
Saya
harus akui kalau pertama kali bikin paspor di tahun 2010 lalu adalah menggunakan
jasa “kenalan” orang tua saya dengan petugas Imigrasi Cirebon hehe, jadi saya hanya tahu datang (gak perlu antri)-foto-scan sidik jari-interview langsung deh
sorenya jadi. Sebetulnya cerita ini bukan hal yang patut dibanggakan.
Gak
kerasa meskipun dalam periode 6 tahun terakhir saya jarang pakai paspor buat
jalan ke luar negeri, Januari 2016 adalah batas umur paspor saya. Mulai
terbesit pikiran nakal untuk pulang ke Cirebon dan minta tolong ortu buat
bantuin perpanjang paspor, tapi akhirnya saya urungkan niat garong ini karena
mikir masa perpanjang paspor aja gak bisa? Kamu lakik?
Meskipun
Ayah saya bilang, “udah perpanjang di Cirebon aja sehari jadi” rasanya ada
kebanggaan ketika berani menolak, “Gak ah, aku urus di Jakarta aja sendiri”
(sok mandiri).
Kepikiran
juga sih buat pake calo, iseng ah googling “jasa perpanjangan paspor”.
Keluarlah banyak “biro” yang menawarkan jasa ini, saya coba telepon salah
satunya untuk menanyakan rate paket kilat 1 hari jadi dan harganya cukup
fantastis yaitu Rp 1.500.000, gak rela! *anak kost mode: ON*
Hal
pertama yang saya lakukan ketika mengurus perpanjang paspor adalah mengumpulkan
informasi sebanyak mungkin dari internet mengenai prosedur, tips dan kendala
yang dihadapi oleh beberapa orang yang mau share pengalamannya.
Referensi
pertama saya adalah artikel yang ditulis sama Kakak Bloger cantik masa kini Marischka Pruedence
yang berbagi pengalaman mengurus perpanjangan paspor di kantor Imigrasi Jakarta
Barat.