By Riki Rachman Permana - Monday, May 16, 2011

Menjadi seorang mahasiswa di negeri ini katanya merupakan sebuah keberuntungan. Di jaman yang sudah susah seperti sekarang ini, ya susah makan, ya susah mikirin buat makan besok, ya susah dapetin makan buat besok (ujung-unjungnya makan) :D kuliah menjadi sebuah kesempatan yang langka bagi beberapa orang. Alhamdulillah, saya dan mungkin mahasiswa lainnya menjadi sekelumit tipis golongan pemuda di Indonesia yang berkesempatan mengenyam pendidikan setelah menyelesaikan pendidikan wajib  tingkat atas.



Di dunia perkuliahan, setiap kampusnya memiliki budaya masing-masing sehingga membentuk image tersendiri bagi kampus tersebut. Ada kampus yang identik dengan kedisiplinan dalam berpakaian, sehingga tak jarang beberapa teman saya menjulukinya kampus pesantren. Ada pula kampus yang hobinya tawuran, sehingga kami menyebutnya kampus preman, dan beberapa kampus dijuluki kampus gaul karena kampusnya banyak artis-artisnya :D

Image maupun budaya yang hidup di sebuah kampus, pastinya akan mempengaruhi bagaimana mahasiswanya termotivasi untuk belajar sebagai salah satu kewajiban utama mahasiswa (menurut saya). Selama hampir menempuh pendidikan s1 yang tinggal beberapa bulan lagi (insya Allah), beberapa pengalaman terkait proses belajar mengajar pun menjadi indah untuk dikenang, pengalaman berjumpa dengan dosen yang killer hingga menjengkelkan pun kini menjadi cerita yang lucu untuk dibagi. Pengalaman menarik lainnya ialah tugas yang sering diberikan oleh beberapa dosen di kampus.

Saya yakin bahwa tugas diberikan oleh dosen tidak serta merta untuk memberikan nilai pada mahasiswa, tapi untuk mengukur seberapa besar mahasiswa itu dapat menyerap ilmu yang telah diberikannya, serta bagi mahasiswa, ia dapat pula mengukur apakah dirinya sudah maksimal dalam menjalankan salah satu peranannya di kampus sebagai "kaum terpelajar"?

Dalam beberapa smester ada saja dosen yang rajin memberikan tugas setiap minggunya kepada kami, yang unik adalah, kami sering mengeluh kepada sang dosen, "yahhh Pak/Bu minggu kemarin kan udah tugasnya, terus terusan aja dikasih tugas, capek Pak/Bu, susah banget cari tugasnya" dan komentar-komentar lainnya yang lucu rasanya ketika saya tuliskan di notes ini. Rasanya sebagai mahasiswa saya sendiri terlalu banyak mengeluh, ini memang subjektif, tetapi kebanyakan mengeluh kog membuat diri ini kurang produktif dan cenderung menjadi faktor yang menurunkan kualitas diri ya? (kembali lagi ini bagi saya) :D

Bahkan sampai seringnya saya dan teman-teman mengeluh, ada dosen yang kemudian marah kepada kami dan bilang:  "Lu tuh terlalu banyak ngeluh tau gk? kalau besok lu kerja dan bos lu minta laporan harus jadi nanti sore, apa lu bakalan ngeluh juga? Lu tuh digaji bukan buat ngeluh, kalau lu gk bisa ya udah, lu gagal dan masih banyak orang lain yang bisa ngerjain selain lu!"

kutipan kemarahan dosen saya di atas memang menjadi tamparan untuk saya pribadi, memang, rasanya saya pribadi berkaca terlalu banyak mengeluh, padahal belum mencoba. Ditengah introspeksi diri ini, kemudian saya teringat beberapa dosen yang kata-katanya benar-benar menyentuh hati :) Salah seorang dosen berkata :
"Kalau kamu dikasih tugas sama dosen, kerjakan yang maksimal, tunjukkan pada dosen kalau kamu bisa, dan bilang sama dia : cuma segini aja nih tugasnya" hahaha...keren ya?

Menurut saya keren banget kata-kata si dosen itu, rasanya saya bisa melakukannya, ketika mendapatkan sebuah tugas, kenapa saya tidak bisa mencurahkan hati dan fikiran saya untuk mengerjakannya dengan maksimal, membuktikan kepada si dosen kalau saya mampu dan siap naik ke level tantangan yang lebih tinggi lagi? kenapa saya tidak mampu lebih pintar dari si dosen? kenapa saya tidak mampu lebih tahu dari si dosen? hahaha....semangat itu muncul lagi meski sedikit songong :D, tapi rasanya saya bisa dan semangt itulah yang memang harus dimiliki oleh banyak anak muda, ketika mendapatkan tantangan, kenapa kita harus mengeluh sebelum mencoba? kenapa kita tidak mencoba mencurahkan pikiran dan hati kita kepada tantangan itu?

pengalaman unik lainnya adalah pada matakuliah Media Cetak Humas, sang dosen meminta kami mencari sebuah "annual report" yaitu laporan keuangan tahunan yang biasanya dikeluarkan oleh perusahaan yang sudah terbuka (tbk) sahamnya di Bursa Efek. Dan seperti biasanya, kami mahasiswa banyak yang mengeluh karena pasti susah dapatkan laporan keuangan yang tergolong laporan rahasia. Berkali-kali kami melakukan penawaran kepada sang dosen, dan dia tetap bersikukuh kalau laporan itu harus bisa didapatkan, justru kami dikatakan tidak bekerja dengan sepenuh tenaga.
Pengalaman itu kembali menyadarkan saya bahwa hidup saya banyak dipenuhi dengan mengeluh, mengeluh, dan mengeluh. Ketika saya memutar otak ini untuk mendapatkan annual report yang diperintahkan sang dosen, dengan cepat saya meng-sms semua rekan dan dosen2 di smester lalu, alhasil kurang dari 5 menit saya sudah mendapatkan dua buah annual report, canggih kan? kenapa saya banyak mengeluh ya Tuhan? :D

kalau untuk mengerjakan beberapa tugas yang diberikan dosen saja kita sudah banyak mengeluh, bagaimana mau meraih cita-cita sebagai Presiden nantinya? atau sebagai pemimpin masa depan? mau jadi pemimpin kog banyak mengeluh? padahal pastinya banyak urusan yang harus dikerjakan oleh pemimpin kan?

Kembali lagi, seperti prolog pengantar pembuka di catatan ini, bahwa mahasiswa merupakan sekelumit tipis lapisan pemuda yang beruntung menikmati pendidikan di Indonesia. Ketika kita yang tergolong beruntung ini berhasil memperoleh kesempatan emas, kenapa kita jadi malas untuk berusaha maksimal dalam menjalankan peran sebagai mahasiswa dan terlalu banyak mengeluh? toh mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah, lebih parahnya lagi mengeluh sebelum mencoba? rasanya saya merasa cukup berdosa, ketika banyak anak muda lainnya di luar sana ingin berkuliah, saya yang sudah dapat kesempatan kuliah belum mampu memberikan hasil yang maksimal, sebenarnya bukan untuk siapa-siapa tapi toh untuk diri sendiri. Yuk kita hilangkan kebiasaan mengeluh, sebesar usahamu sebesar itu pula hasil yang akan kau raih, karena hasil selalu berbanding lurus dengan usaha! STOP MENGELUH!!!!

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

Halo, gimana pendapatmu setelah membaca tulisan di atas?