Berenang di Telaga Nilem Kuningan: Kolam Alami yang Instagramable

By Riki Rachman Permana - Wednesday, January 03, 2018

Sampurasun!
Kumaha damang? Hehe
Mengawali postingan pertama tahun 2018 ini, saya mau share pengalaman main ke Telaga Nilem. Obyek wisata yang hitz karena banyak di-upload di media sosial sejak 2015 oleh warganet. Telaga (talaga dalam Bahasa Sunda) Nilem berlokasi di Desa Kaduela Kecamatan Pasawahan yang masuk kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan Jawa barat. Lokasinya sejalan dengan arah masuk ke Telaga Remis.


Berendam sehabis renang 
Menurut cerita yang berkembang, asal kata penamaan “Telaga Nilem” karena telaga ini dulunya dihuni oleh banyak ikan nilem. Beruntungnya saya bisa mampir ke Telaga Nilem pas lagi sepi karena konon saat weekend kolam alami ini biasanya dikunjungi oleh banyak wisatawan. Biaya tiket masuknya Rp 15.000/orang belum termasuk kendaraan (mobil/motor).



Dikelilingi pohon yang rimbun, kayak oase banget!
 Pada dasarnya telaga sendiri adalah kolam alami yang terbentuk dari mata air, ukurannya lebih kecil dari danau. Telaga Nilem punya beberapa daya tarik nih guys seperti airnya yang super bening! Kita bisa melihat batuan kerikil, ikan-ikan, gangga dan lumut yang berada di dasar kolam. Kesegaran air di Telaga Nilem juga didukung oleh rimbunnya pepohonan di sekelilingnya yang menambah nuansa asri, damai dan hijau! Bener-bener di-desain oleh Tuhan dengan amat sempurna!



Super crystal clear water!
Pas saya main ke sini, cuaca memang lagi mendung & sesekali disertai oleh hujan gerimis. Tapi karena kadung ngiler liat airnya yang super bening akhirnya buru-buru deh nyemplung di Telaga Nilem. Begitu masuk liat pemandangan underwater-nya, sumpah keren banget! Kalau sebelumnya saya pernah snorkeling dan lihat terumbu karang yang berwarna-warni di laut, pemandangan berbeda justru saya temukan di Telaga Nilem. Batuan besar dan ikan-ikan yang bersembunyi di balik gangga adalah pemandangan yang disuguhi oleh Telaga Nilem, luar biasa bagusnya!





Sampah Telaga Nilem!

Saya yakin di tahun 2015 saat awal-awal Telaga Nilem dikunjungi oleh wisatawan dan belum banyak yang explore, pasti suasananya lebih asri dan bersih. Selalu ada dampak dari pengelolaan sebuah tempat wisata. Apalagi obyek wisata ini cukup over exposed seperti halnya obyek-obyek wisata lain yang mendadak “beken” di lewat media sosial.


Pengelolaan pariwisata Telaga Nilem memberi berkah buat warga yang berjualan di sekitar telaga

Pengunjung yang datang terdorong buat berfoto dan mengunggah postingannya di media sosial. Segi positifnya makin banyak orang yang tau kalau ada obyek wisata cantik yang bernama Telaga Nilem, perekonomian warga pun tumbuh. Mereka mulai membenahi obyek wisata tersebut, mendirikan kantin di sekitar telaga dan membawa berkah untuk warga sekitar lewat pemungutan retribusi tiket masuk.

Segi negatifnya? Perilaku yang gak bertanggung jawab seperti buang sampah sembarangan rasanya masih jadi masalah yang amat mengusik! Coba lihat berbagai perilaku ini, bener-bener bikin geleng kepala. 


SAMPAH!
Selain itu, warga pun membuat beberapa tulisan larangan untuk mencabut gangga di dasar kolam, yang artinya kelestarian gangga mulai terusik oleh perilaku para pengunjung yang mencabut gangga – sumber makanan dari ikan-ikan di Telaga Nilem. Duh!



Buanglah mantan pada tempatnya hehe
Semoga obyek wisata ini tetap lestari ya guys! Ini adalah aset yang kalau dikelola dengan mengedepankan prinsip kelestarian bakal mendatangkan berkah bukan cuma setahun dua tahun tapi berpuluh-puluh tahun ke depan! Yuk jadi pengunjung yang bertanggung jawab, sebarkan himbauan ini kalau kamu pengen lihat Telaga Nilem tetap lestari sampai bisa dinikmati anak cucu kita suatu saat nanti. 


-->

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

Halo, gimana pendapatmu setelah membaca tulisan di atas?